Tuesday, June 29, 2010

KIAT-KIAT MEMIMPIN ALA COLIN POWELL

KIAT MEMIMPIN ALA COLIN POWELL

Oleh : Eko Sudarto.

Bismillahirahmanirahim.

Artikel ini saya tulis dari majalah HRD pada bulan September 2002 dan saya edit berulang kali, sengaja saya peruntukkan kepada para manager di CIPTA GRAFIKA KARAWANG, dengan seribu harapan semoga artikel ini dapat mendorong spirit Anda menjadi seorang pemimpin yang berhasil dan disukai oleh para anak buah.

Disamping itu tulisan ini  juga saya persembahkan kepada Anda yang saat ini sedang menduduki posisi sebagai manager, dengan harapan semoga menjadi seorang manager yang bijak, disukai oleh anak buah.

 Mr. Collin Powell.

Diawal tahun 2002 tepatnya tgl 20 Januari  George W Bush menemukan sebuah mutiara diantara orang-orang berkulit hitam dan dilantiklah sang mutiara itu menjadi  orang penting dideretan para cabinet lainnya. Para pemimpin dunia tak segan-segan mengacungkan jempol atas karirnya yang begitu melesat sehingga menduduki posisi puncak di Negara Adidaya tersebut. Jabatan yang ia peroleh bukanlah semudah memetik buah mangga, melainkan dilalui dengan penuh semangat dan cita-cita yang mulia.

Maka bila Anda ingin sukses dalam meniti karir, tidak ada salahnya kalau mau mencoba menerapkan cara Colin Powell memimpin. Semoga kesuksesan ada di tangan Anda.

 Kiat-kiat memimpin Colin Powell sebagai berikut :

  1. Anda memaklumi bahwa tidak semua karyawan suka kepada pemimpin yang sangat disiplin kecuali beberapa gelintir saja. Akan tetapi tetap Anda harus menjaga kewibawaan Anda dan lakukan hal dibawah ini :

a). Hindari pengambilan keputusan secara sepihak

b). Hindari berkonfrontasi dengan mengutamakan musyawarah

c). Hindari pemberian penghargaan kepada anak buah atas dasar satu sudut penilaian saja

 2). Jadilah seorang pendengar yang setia. Anda tahu bahwa setiap individu tak lepas dari persoalan yang dipikirkannya, entah kecil maupn besar. Sebagai pemimpin Anda seharusnya siap mendengarkan keluhan mereka, memberi solusi dan yang tak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan permasalahan yang ia keluhkan, jangan sampai diketahui oleh orang lain. Sekali saja ia merasa aman terhadap diri Anda, maka untuk selanjutnya ia tidak akan sungkan-sungkan curhat mengadukan persoalannya kepada Anda

3). “ Don’t be buffaloed by experts and elites “ begitulah pepatah mengata- kan. Seorang ahli banyak memiliki data  tanpa kesimpulan. Sementara para pimpinan yang kurang berpengalaman kadang-kadang terheran-heran bila harus menghadapi realitas sesungguhnya dilapangan. Perusahaan kecil yang mau menanjak belum memiliki cukup waktu untuk mengolah data. Mereka juga tidak mampu membayar petinggi yang bisanya hanya ongkang-ongkang kaki. Dalam perusahaan berskala kecil seorang presiden direktur harus mau menjawab telpon yang masuk dari luar, sampai-sampai harus mau mengendarai truk jika kondisinya sangat darurat. Setiap orang tertuntut  memiliki loyalitas yang tinggi dalam perusahaan berskala kecil.

4). Jangan biarkan lobang hidung berdenyut semakin melebar ketika mendapat applause atau pujian dari orang lain dan jangan pula gelisah ketika mendapat hujan kritikan. Ingat, pujian bisa membuat Anda bak melayang-layang diudara padahal justru bisa meninabobokkan Anda menjadi malas sementara kritikan bisa-bisa membuat Anda marah dan semakin putus harapan. Hadapilah keduanya dengan lapang dada, tetap tenang dan berupaya memperbaiki diri sekuat tenaga. Seorang pemimpin yang baik

bukan terlahir dari karyawan yes-man or yes mom. Kepemimpinan yang baik mendorong seseorang untuk senantiasa  berevolusi.

5). “ Jangan pernah menganggap hal-hal kecil sekalipun. Jika ada perubahan kecil sang pemimpin seharusnya tahu lebih dulu. “  Kondisi seperti ini bisa membuat karyawan berlaku jujur, berpikir cepat dan tidak segan-segan mengemukakan pendapat dari pada dipendam. Semua ide dan pandangan yang bagus tidak akan bernilai apa-apa jika tidak di tuangkan atau diimplementasikan pada sat yang tepat. Pemimpin yang baik tentu akan memberikan kekuasaan kepada bawahan secara bebas namun penuh tanggungjawab.

6). “ Anda tidak akan lulus tanpa harus diuji terlebih dahulu.” Seperti didalam pepatah, mudah untuk memaafkan tapi tidak untuk melupakan. Semua itu sungguh benar adanya. Menjadi atasan harus santun kepada pemimpin puncak meskipun keberhasilan perusahaan mungkin berada ditangannya. Pemimpin harus bertindak hati-hati, bijaksana dan tidak sembrono. Bila sedang ada persoalan atau berseberangan pendapat dengan orang lain katakana dengan tegas namun tidak dengan nada tinggi. Dalam penilaian Powell yang dilakukan dengan koleganya Linda Mukai, mereka mendapatkan sangatlah tidak efektif berbicara dengan nada tinggi dengan pemimpin puncak. Ingat, bahwa didunia ini tak ada seorangpun yang mau dibentak-bentak, apa lagi berbicara didepan pemimpin Anda. Percayalah bahwa dengan kelemah lembutan dan kesetiaan Anda justru bisa menaklukkan atasan.

7). Sebagai pimpinan sebaiknya Anda tahu situasi dan problema karyawan. Namun sebaliknya usahakan jangan sampai karyawan Anda tahu situasi dan problema Anda. Pandai-pandailah keluar dari pribadi Anda yang sesungguh nya. Tetaplah tersenyum, ceria dan jaga wibawa sekalipun saat itu Anda sedang di landa kegelisahan yang hebat

8). Ketahuilah bahwa tidak ada organisasi yang sempurna. Artinya tidak ada satu teori manajemen manapun yang dapat Anda terapkan 100% dalam organisasi Anda. Jatuh bangunnya perusahaan sangat tergantung pada makhluq yang ada didalamnya. Dalam “ ekonomi pintar “ asset paling berharga adalah Sumber Daya Manusia alias SDM. Sementara pemimpin yang baik adalah atasan yang dapat  mendorong terus karyawannya sampai memetik prestasi pucak dan melepaskannya bila kemampuannya sudah melebhi “ standar organisasi “. Dalam kondisi ini, sang karyawan mening galkan perusahaan dengan rasa puas dan bahkan bersedia mencarikan pengganti karena rasa terimaksihnya atas apa-apa yang telah diraih selama bekerja di perusahaan tersebut.

9). Abaikan gelar dalam pencapaian jenjang dalam peta organisasi Anda. Kondisi ini bukan bermaksud mengabaikan gelar sama sekali. Tentu saja ada standar-standar tertentu, tetapi bukanlah tidak ada jaminan bahwa seseorang dengan gelar berderet dapat bekerja optimal dalam perusahaan Anda. Bila perusahaan hanya memperhatikan karyawn berdasarkan gelar semata, bisa jadi perusahaan itu justru bangkrut.

10). “ Jangan pernah meletakkan egoisme terhadap posisi Anda, sebab jika posisi Anda jatuh maka egoisme Andapun runtuh berguguran. Artinya jangan ubah perilaku sopan santun Anda tatkala berada di posisi puncak. Anda harus ingat pepatah “ dunia itu berputar “. Sikap sopan santun yang terpelihara membuat orang lain hormat kepada Anda sekalipun Anda bukan lagi seorang pemimpin.

11). Ikuti arus tetapi jangan hanyut.  Dalam situasi yang serba tidak menentu, tak ada satu tindakan dapat disimpulkan untuk menyelesaikan persoalan serupa. Kadang-kadang memperluas pasaran lebih baik dari memperbaiki kualitas keseluruhan, tapi sebaliknya perbaikan kualitas juga bisa lebih daripada memperluas pasar. Pemimpin yang baik tahu bahwa tekhnik manajemen bukan per ajaib yang dapat diterapkan di setiap tempat dan di setiap waktu.

12). “ Optimisme terus menerus adalah kekuatan yang berlipat ganda.” Efek dari antusiasme dan optimisme seorang pemimpin adalah luar biasa. Begitu juga efek dari sinisme dan pesimisme. Pemimpin yang baik harus mampu menyalakan semangat optimisme para karyawannya.

13). Pilihlah / seleksilah / terimalah karyawan yang cerdas, sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat, kritis, mampu mengantisipasi keadaan dan dapat  melihat  suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Namun Anda juga harus memperhatikan segi loyalitas, integritas, spiritualitas dan setamina yang tinggi.

14). Pemimpin besar yang selalu bersikap sederhana dapat mengurangi argumentasi atau perdebatan. Bila hal ini diterapkan maka akan tercipta kejernihan berpikir, kredibelitas kepemimpinan dan integritas dalam organisasi.

15). Pertama, gunakan rumus P=40 sampai 70, P adalah singkatan dari peluang sukses, sementara bilangan menunjukkan besarnya persentase informasi yang dibutuhkan. Kedua, bertindaklah setelah informasi berada dalam kisaran 40 hingga 70 persen. Powell menyarankan agar jangan bertindak sebelum informasi yang Anda peroleh mencapai 40 persen, namun jangan menunda nunda hingga informasi mencapai 100 persen, sebab biasanya kondisi ini sudah terlambat.

16). “ Komandan di lapangan selalu lebih tepat, dibanding dengan pimpinan di belakang meja.” Artinya pemimpin yang baik sebaiknya pernah terjun langsung.

17). “ Tetap ceria dalam suasana apapun di dalam organisasi, dan sisihkan waktu untuk keluarga.” Bersikaplah professional tidak harus tegang dan kaku. Kondisi ini akan membuat karyawan betah di kantor tanpa harus kehilangan kesempatan memiliki aktivitas lain.

18). Sebisa mungkin, berilah komando tanpa perintah. Pemimpin yang baik dapat menciptakan suasana informal dalam kondisi formal sehingga terkesan lebih terbuka dan saling bahu membahu.

Bila Anda dapat menerapkan kiat-kiat di atas boleh jadi karier Anda pun melesat bak Colin Powell.

Insya Allah.

 

Ditulis oleh Eko Sudarto. HRD CIPTA GRAFIKA KARAWANG

No comments:

Post a Comment

Post a Comment